• Membedakan Cucak Hijau Jantan Dan Betina
  • Membedakan Murai Batu Jantan Dan Betina
  • Membedakan Branjangan Jantan Dan Betina
  • Membedakan Gelatik Jawa Jantan Dan Betina
Wednesday, November 6, 2013

Membedakan Cucak Hijau Jantan Dan Betina


CIRI CUCAK HIJAU JANTAN DAN BETINA
Cucak hijau termasuk burung dimorfik, yakni terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. Untuk burung jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam, sedangkan betina hijau.
Sementara itu untuk cucak hijau yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.
Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung maupun di pengepul.
Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua di matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.


Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.


Beda cucak ijo anakan jantan dan betina dilihat dari bagian luar kerongkongan (Foto: Jo_Qplie/kicaumania.or.id)
Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.
Seiring dengan bertambnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.
MEMILIH CUCAK HIJAU
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung cucak hijau.
  • Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
  • Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
  • Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

Cucak Hijau Atau Cucak Ijo Burung Asli Indonesia




Meskipun nama umum adalah cucak hijau atau cucak ijo, namun burung ini bukanlah keluarga merbah atau cucak-cucakan. Burung cucak hijau sama sekali bukan satu suku dengan cucakrowo atau cucak jawa misalnya.
Yang biasa kita sebut cucak hijau ini memiliki nama ilmiah Chloropsis sonnerati. Dia adalah burung cica-daun besar dengan seluruh badan dominan dengan warna hijau. Chloropsis sonnerati termasuk ke dalam suku Chloropseidae, berkerabat dekat dengan burung cipoh (Aegithina spp.). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Greater Green Leafbird.
Jenis-jenis cica-daun juga dikenal dengan sebutan umum burung daun, atau murai daun. Bertubuh sedang, dengan panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 22 cm.
Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), termasuk sayap dan ekor; sementara pipi dan tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau.
Perbedaan dengan cica-daun yang lain adalah adanya warna (noktah) biru pada bahu burung jantan. Burung betina dengan tenggorokan kuning dan lingkaran mata kuning. Kedua jenis kelamin memiliki sepasang setrip malar biru berkilau di sisi dagunya.
Iris mata berwarna coklat gelap, paruh tebal hitam, dan kaki abu-abu kebiruan.
Jenis burung ini kadang bersikap agresif terhadap jenis lain yang berukuran lebih kecil. Saat berkicau, cica-daun besar akan menundukkan kepala. Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.
HABITAT CUCAK HIJAU
Cica-daun besar menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan termasuk pula Natuna, Jawa dan Bali. Tersebar luas tetapi tidak umum didapati, di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1.000 m dpl.
CIRI BERDASAR DAERAH ASAL
Cica-daun adalah jenis burung Oriental (Asia) yang penyebarannya tidak melewati Kalimantan di sebelah timur. Beberapa jenisnya yang terdapat di Indonesia, selain cica-daun besar, adalah:
1.      Cica-daun kecil (C. cyanopogon); sangat mirip cica-daun besar, hanya ukurannya lebih kecil (17 cm) dan tidak punya bercak biru di bahu.
2.      Cica-daun sayap-biru (C. cochinchinensis); sayap dan ekor tersaput warna biru. 17 cm.
3.      Cica-daun dahi-emas (C. aurifrons); dahi kekuningan pada yang jantan. 19 cm.
4.      Cica-daun sumatra (C. venusta); paling kecil, 14 cm. Dahi dan sisi kepala biru terang (jantan), tenggorokan biru terang (betina).

Membedakan Branjangan Jantan Dan Betina


Branjangan merupakan burung petengger, burung ini mempunyai berlebihan menirukan nada burung lain dengan baik. Di alam bebas burung branjangan lebih senang jalan di permukaan tanah dibanding melompat-lompat pada ranting. Makanan utama burung ini yaitu biji-bijian, pucuk tanaman muda serta serangga. Burung yang datang dari benua Asia serta Afrika ini amat suka daerah kering serta gersang seperti gunung pasir serta lokasi batu karang.
Beberapa penghobi burung amat menyukai burung branjangan oleh karena burung ini pintar menirukan nada burung lain dan juga karena bulu serta cara berkicaunya yang unik. Bulunya bila dipandang sekilas seolah-olah seperti burung gereja namun dengan motif yang lebih cantik apabila di perhatikan lebih serupa dengan motif batik. Saat berkicau burung ini juga mempunyai daya tarik, hingga bikin penghobi burung pingin memeliharanya yakni berkicau sembari terbang tinggi dengan cara vertical hal ini juga dikerjakan untuk menarik perhatian branjangan betina.

Untuk membedakan pada burung branjangan jantan dan branjangan betina sesungguhnya cukup gampang, cuma dengan lihat tanda-tanda pada wujud fisiknya seperti berikut:

Ciri-ciri burung branjangan jantan :

  • Jambul lebih panjang disbanding betina
  • Ada bulu halus di dada bila ditiup
  • Bulu yang tidak tipis serta berwarna coklat yang tajam
  • Bulu dipipi buka keluar
  • Suara kicauannya beragam serta tak terputus-putus
  • Warna paruh hitam serta mengkilat serta paruh sisi bawah tampak putih bersih

Ciri-ciri burung branjangan betina :

  • Jambulnya pendek. 
  • Tidak ada bulu halus pada burung branjangan betina
  • Warna bulunya kusam
  • Bulu dikedua pipinya condong rata serta tak buka keluar
  • Suaranya monoton
  • Paruh sisi bawah kecoklatan

Membedakan Gelatik Jawa Jantan Dan Betina


Gelatik jawa (Padda oryzivora) adalah burung monomorfik atau sulit dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan bentuk tubuh. Makanya banyak pemula yang bingung cara membedakan gelatik jawa jantan dan betina. Meski demikian, ada beberapa petunjuk yang bisa kita gunakan untuk membedakan jenis kelamin burung tersebut.
Dalam sebuah artikel di salah satu website mancanegara dijelaskan, burung gelatik jawa atau sering disebut juga  java sparrow/java finch sebenarnya bisa dibedakan jenis kelaminnya melalui pengamatan lingkar mata, warna paruh, dan suaranya.
1. Pengamatan lingkar mata


Pada gambar 1 terlihat lingkar mata burung jantan lebih tebal daripada lingkar mata burung betina. Pengamatan menjadi lebih mudah apabila ada dua ekor burung atau lebih.
2. Pengamatan warna paruh

Paruh burung jantan berwarna lebih menyata (merah tua) daripada burung betina yang berwarna merah terang. Sekali lagi, pengamatan menjadi lebih mudah dilakukan jika kita melakukannya terhadap dua ekor burung atau lebih.
Perbedaan warna paruh ini makin kentara pada burung gelatik jawa yang sudah mengalami mutasi warna.Warna paruh gelatik jawa jantan terlihat lebih kontras ketika dibandingkan dengan betinanya.
3. Mendengarkan suaranya

Perbedaan yang nampak jelas tentu ketika kita mendengar suara yang dilagukannya. Gelatik jawa jantan memiliki kicauan yang lebih bervariasi, sedangkan burung betina monoton.

Mutasi warna gelatik jawa

Dalam perkembangannya, gelatik jawa yang merupakan burung asli indonesia telah menyebar ke berbagai negara, dikembangbiakan sehingga melahirkan banyak varian baru dengan warna-warna yang telah mengalami mutasi. Berikut nama populer hasil mutasi warna pada gelatik jawa.




Membedakan Burung Pleci Jantan Dan Betina



Ciri-Ciri Burung Pleci Jantan dan Betina
Burung Pleci atau juga sering kali di sebut burung cucakmata akhir-akhir ini menjadi idola baru para penggemar burung berkicau. Burung yang memiliki postur kecil dengan ciri khas lingkaran putih pada mata ini memang memiliki suara yang merdu. Meski memiliki volume suara yang relatif sedang, burung ini mampu menirukan berbagai suara burung lainya.

Ciri-ciri burung pleci jantan :
  • Ekor Panjang berbentuk huruf 'V' Mayoritas.
  • Paruh tebal dan panjang. 
  • Kepala relatif lebih besar. 
  • Alis mata yang melingkar berwana putih lebih tebal. 
  • Badan Panjang dan proposional.
Ciri-ciri burung pleci betina :
  • Postur badan agak kecil bulat tidak panjang. 
  • Kepala relatif lebih kecil. 
  • Bola mata normal dan alis mata yang melingkar lebih tipis. 
  • Ekornya pendek. 
  • Paruh umumnya pendek dan tipis.
Cara Memilih Burung Pleci

Untuk memilih burung pleci yang berkualitas di pasar maka pilihlah burung dengan ciri :
  • Body panjang dan besar
  • Lingkaran putih mata yang tebal
  • Pilihlah burung pleci yang lincah
  • Paruh tebal dan panjang
  • Memiliki tubuh yang tidak cacat
Sedangkan untuk memilih burung pleci jantan maka pilihlah pleci dengan ciri :
  • Mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam
  • Mempunyai warna hijaunya lebih tajam
  • Bisa juga di lihat kloaka atau duburnya dengan cara di tiup kalau lebih menon
Cara Merawat Burung Pleci

Untuk perawatan burung pleci sebenarnya hampir sama dengan cara merawat burung berkicau pada umumnya. Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah pemberian makanan dan kebersihan sangkar atau kandang. Makanan burung pleci selain voer adalah buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel. Namun selain buah burung ini juga memakan ulat kecil dan juga telur semut merah atau kroto. Untuk memilih pisang sebaiknya memilih pisang gepok selain memiliki nutrisi yang lebih juga agar kotoran lebih mudah dibersihkan. Meski burung telah memakan voer sebaiknya tetap diberi buah-buahan dan sesekali beri ulat atau kroto untuk menambah asupan gizi burung.
Nah untuk kebersihan sebaiknya bersihkan kotoran setiap hari agar burung tetap sehat. Selain itu perhatikan juga kebersihan air minumnya dengan mengganti setiap hari. Untuk menjaga kesehatan burung pleci tetap terjaga maka mandikan burung dengan menyemprot secara perlahan lantas jemur atau diangin-anginkan. Memandikan burung pleci yang baik adalah di pagi hari.
Jika anda memiliki burung pleci lebih dari 1 maka taruh burung secara berjauhan. Jangan sampai burung dapat melihat antara burung pleci satu dengan yang lain. Karena burung pleci akan saling bersahutan jika mendengar suara burung pleci yang lain. Agar burung pleci mampu menirukan suara burung lain maka gunakan suara burung lain untuk memaster.

Tips dan trik Agar Pleci Cepat Gacor

Pada dasarnya burung pleci ini sangat mudah bunyi dan  tidak ada perawatan khusus dari burung pleci ini agar cepat bunyi, yang penting dalam pemilihan burung harus benar-benar selektif.

Perawatan sederhana burung pleci :
  1. Pagi hari / subuh coba keluarkan burung pleci (di embunkan hingga keluar sinar matahari menghangatkan tubuhnya secukupnya.
  2. Setelah itu, mandikan burung pleci dengan semprot/sprey yang lembut atau sesuai keinginan hingga basah, biasanya dalam memandikan dengan semprot coba sediakan cepuk atau tempat minum burung tersebut jangan di lepas, biasanya begitu badan dia basah dia akan mandi di tempat tersebut. 
  3. Setelah mandi hingga basah, jemur secukupnya akan tetapi biarkan hanya air minum saja yang ada di dalam sangkar. 
  4. Kira-kira stengah jam, angkat pleci dan taruh ditempat yang teduh, berikan ulat hongkong kecil yang berwarna putih (2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit) tapi sebelumnya beri makan berupa buah baik pisang maupun buah lainnya juga boleh atau voer jika burung tersebut sudah makan voer. 
  5. Untuk serangga bisa juga menggunakan ulat kandang, jangkrik yang kecil, atau kroto ( kroto jangan setiap hari dan jangan banyak-banyak pemberiannya). 
  6. Boleh juga dengan memberikan madu ditempatkan khusus atau tempat yang kecil, atau bisa juga anda memberikan madu dengan mengolesnya di buah pisang tersebut (biasanya, jika sudah ada madu, pisang tidak akan dimakan) 
  7. Setelah itu biarkan hingga sore menjelang, sore boleh di mandikan sesuai kebutuhan.